29 Juli 2025

Melawan Bully di Lingkungan Madrasah: Membangun Madrasah Ramah Siswa di Fakfak

Selasa, 29 Juli 2025 Kategori : Berita

Oleh: Tim Redaksi MTs Negeri Fakfak

Fakfak – Dalam dunia pendidikan yang ideal, madrasah seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik. Namun kenyataan kadang tak seindah harapan. Salah satu tantangan yang masih mengganggu kenyamanan belajar di berbagai lembaga pendidikan, termasuk di madrasah, adalah perilaku bullying atau perundungan. Di Fakfak, kabupaten yang kaya akan keragaman budaya dan nilai-nilai kekeluargaan, masalah bullying harus menjadi perhatian serius agar tidak merusak generasi muda yang sedang tumbuh dan belajar.


Apa Itu Bullying?

Bullying adalah perilaku menyakiti atau merendahkan orang lain secara berulang-ulang. Tindakan ini bisa berupa:

  • Fisik: seperti memukul, mendorong, atau merusak barang milik teman.

  • Verbal: mengejek, memberi julukan yang menyakitkan, mempermalukan.

  • Sosial: mengucilkan, tidak mengajak bermain, menyebar gosip.

  • Siber (cyberbullying): menghina atau mempermalukan lewat media sosial atau grup pesan online.

Bentuk perundungan bisa terjadi secara terang-terangan atau diam-diam. Dan yang lebih mengkhawatirkan, korban sering memilih diam karena takut dianggap lemah atau malah menjadi bahan ejekan yang lebih besar.


Mengapa Bullying Bisa Terjadi di Madrasah?

Meski madrasah dikenal dengan penekanan pada akhlak mulia dan nilai keislaman, bukan berarti perilaku bullying tidak bisa muncul. Beberapa penyebab yang sering ditemui di lingkungan madrasah antara lain:

  • Kurangnya empati antar siswa.

  • Pengaruh lingkungan luar atau media sosial.

  • Tidak adanya sanksi tegas atau pengawasan rutin dari guru.

  • Minimnya ruang dialog dan curhat antar siswa dan guru.

Di Fakfak, sebagai daerah yang secara geografis cukup jauh dari pusat-pusat teknologi dan informasi, keterbatasan literasi digital juga bisa menimbulkan salah paham dalam interaksi siswa, terutama saat menggunakan grup WhatsApp atau platform digital lain. Kata-kata yang disampaikan tanpa nada suara atau ekspresi wajah bisa dengan mudah disalahartikan.


Dampak Buruk Bullying

Dampak bullying tidak hanya terasa sesaat. Korban perundungan bisa mengalami:

  • Penurunan semangat belajar dan prestasi akademik.

  • Gangguan mental seperti cemas, minder, bahkan depresi.

  • Keengganan datang ke sekolah atau madrasah.

  • Rasa malu berkepanjangan yang mengganggu masa depan sosialnya.

Di sisi lain, pelaku bullying juga akan tumbuh dengan perilaku kasar dan kurang empati, yang akan merugikan dirinya sendiri dalam jangka panjang.


Peran Madrasah dalam Melawan Bullying

Sebagai lembaga pendidikan Islam, madrasah memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk menanamkan nilai-nilai rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam). Melawan bullying bukan hanya tentang menghukum pelaku, tetapi juga membina dan mendidik seluruh warga madrasah untuk menciptakan lingkungan yang saling menghargai.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

1. Membangun Budaya Madrasah yang Ramah Anak

Program seperti “Hari Tanpa Ejekan”, “Pojok Curhat”, atau “Teman Sebangku Mingguan” bisa menjadi sarana menciptakan keakraban dan mengurangi eksklusivitas kelompok.

2. Pendidikan Karakter yang Terintegrasi

Nilai-nilai Islam seperti ukhuwah, ta’awun (tolong menolong), dan tawadhu’ (rendah hati) perlu ditekankan dalam setiap mata pelajaran dan kegiatan harian.

3. Pelatihan Anti-Bullying bagi Guru dan Siswa

Guru perlu diberikan pelatihan khusus untuk mengenali tanda-tanda bullying dan cara menangani kasus dengan bijak. Siswa pun harus diedukasi untuk menjadi “penolong”, bukan penonton.

4. Pelibatan Orang Tua

Kegiatan parenting atau pertemuan rutin dengan wali murid bisa menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman antara madrasah dan keluarga dalam mencegah perundungan.


Contoh Nyata dari Fakfak

Di beberapa madrasah di Fakfak, sudah mulai muncul inisiatif siswa membuat kelompok “Teman Baik” yang bertugas menyapa siswa yang tampak murung atau menyendiri. Salah satu siswa mengatakan, “Kami tidak mau ada teman yang merasa sendiri. Kita semua keluarga di madrasah ini.”

Inisiatif-inisiatif kecil seperti ini harus terus didukung dan dikembangkan. Sebab perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.


Penutup: Semua Bisa Jadi Pahlawan Anti-Bully

Melawan bullying bukan hanya tugas guru, kepala madrasah, atau pengurus OSIS. Setiap siswa pun bisa menjadi pahlawan anti-bully. Mulai dari tidak ikut-ikutan mengejek, berani menegur teman yang kasar, hingga menawarkan bahu kepada teman yang sedih.

Mari kita jadikan madrasah bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu, tapi juga sebagai ruang tumbuh yang penuh cinta, saling menghargai, dan bebas dari kekerasan.

Karena di madrasah kita belajar, di madrasah pula kita belajar menjadi manusia seutuhnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pengumuman

Diterbitkan :
Pengumuman Pelepasan Peserta Didik Kelas 9
Diumumkan bahwa besok, peserta didik mengikuti kegiatan pelepasan di gedung Diklat Pemda dengan membawa buku..

Agenda

05
Jun 2023
27
Mei 2023


Jln. Yos Sudarso Kotak Pos 114 Kab. Fakfak

Pengumuman

Diterbitkan :
Pengumuman Pelepasan Peserta Didik Kelas 9
Diumumkan bahwa besok, peserta didik mengikuti kegiatan pelepasan di gedung Diklat Pemda dengan membawa buku..

Agenda

05
Jun 2023